Android ada di mana-mana.
Bukan cuma di HP. Android hidup di tablet, televisi, jam, mobil, handheld gaming, e-reader, kasir, scanner gudang, kiosk dan perangkat lapangan. Situs ini dibangun sebagai museum untuk menemukannya satu per satu.
Bukan cuma di HP. Android hidup di tablet, televisi, jam, mobil, handheld gaming, e-reader, kasir, scanner gudang, kiosk dan perangkat lapangan. Situs ini dibangun sebagai museum untuk menemukannya satu per satu.
Di sini Android terasa paling normal: smartphone, tablet dan smartwatch. Tetapi vendor, chip, update, layanan Google dan lapisan antarmukanya membuat setiap perangkat punya karakter sendiri.

Masuk ke galeri khusus untuk memahami kenapa Samsung, Pixel, Xiaomi, OPPO, vivo dan tablet Android bisa terasa sangat berbeda meski fondasinya sama.
Begitu Android masuk ke TV, TV box dan projector, navigasinya berubah total. Remote menggantikan sentuhan, layar membesar, dan istilah Android TV serta Google TV mulai punya arti sendiri.
Satu keluarga platform, banyak bentuk perangkat. Ada yang memakai Android TV, Google TV, AOSP, atau antarmuka vendor sendiri.

Android Auto memproyeksikan fungsi dari smartphone. Android Automotive OS berjalan di kendaraan. Head unit aftermarket bisa menjadi komputer Android mandiri. Tiga istilah yang sering dicampur, tiga arsitektur yang berbeda.

Fondasi open-source yang memungkinkan vendor membangun Android dengan atau tanpa layanan Google.
Smartphone dan tablet: basis yang paling dikenal pengguna.
Android yang dirancang untuk layar besar dan navigasi remote.
Pengalaman TV Google yang dibangun di atas fondasi Android TV pada perangkat kompatibel.
Cabang untuk jam pintar, sensor tubuh, notifikasi dan layar kecil.
Android yang berjalan langsung sebagai sistem kendaraan, bukan sekadar proyeksi dari ponsel.
Bagian tenang setelah tur. Semua artikel utama tersedia langsung di sini untuk eksplorasi lebih dalam.