Android juga jadi konsol game dan buku digital.
Satu sisi mengejar tombol fisik, GPU, emulator dan cloud gaming. Sisi lain justru mengejar layar e-ink, baterai panjang dan pengalaman membaca. Keduanya bisa memakai Android.
Logitech G Cloud, Razer Edge, Retroid Pocket, AYN Odin dan perangkat sejenis memakai Android untuk game native, streaming, emulator, launcher game, dan layanan cloud.
BOOX, Bigme, Meebook dan perangkat lain memakai Android agar pengguna bisa memasang aplikasi baca, cloud, note, browser, atau productivity tertentu.
Kenapa Android menarik untuk gaming?
Developer tidak perlu membangun sistem dari nol. Android sudah punya dukungan controller, Wi-Fi, Bluetooth, touchscreen, audio, aplikasi, penyimpanan, streaming, dan ekosistem game mobile.
Kenapa e-reader pakai Android?
Karena pengguna bisa mengakses lebih banyak aplikasi dan layanan daripada sistem tertutup. Tetapi layar e-ink punya karakter berbeda: refresh lambat, warna terbatas pada model tertentu, dan antarmuka harus dioptimalkan supaya nyaman dibaca.
Satu OS, tujuan yang bertolak belakang
Handheld gaming ingin respons cepat dan grafis tinggi. E-reader ingin hemat daya dan distraksi minimal. Fakta bahwa Android dapat dipakai untuk keduanya menunjukkan seberapa fleksibel platform ini.