“Android di mobil” ternyata ada tiga dunia berbeda.
Nama-namanya mirip, jadi sering tercampur. Android Auto, Android Automotive, dan head unit Android bukan hal yang sama.
HP tetap menjadi pusatnya
Android Auto memproyeksikan pengalaman dari smartphone ke layar kendaraan. Maps, musik, panggilan, pesan, dan aplikasi kompatibel tampil dengan antarmuka yang dibuat aman untuk berkendara.
Sistem Android hidup di mobil
Android Automotive berjalan langsung pada sistem infotainment kendaraan. Mobil dapat menjalankan fungsi tanpa harus bergantung pada ponsel yang tersambung. Beberapa kendaraan menambahkan layanan Google built-in, tetapi Android Automotive sendiri tidak otomatis berarti semua layanan Google tersedia.
Seperti tablet Android di dashboard
Banyak head unit aftermarket menjalankan Android secara mandiri. Biasanya bisa memasang aplikasi, memakai SIM/data, GPS, Bluetooth, kamera, dan launcher sendiri. Kualitas hardware, dukungan update, keamanan, dan integrasi kendaraan sangat bervariasi.
Kenapa perbedaannya penting?
Kalau Google Maps bermasalah pada Android Auto, sumber masalah bisa dari HP, kabel, Bluetooth/Wi-Fi, aplikasi, atau kendaraan. Pada Android Automotive, masalah bisa ada di sistem mobil. Pada head unit aftermarket, firmware vendor dan hardware unit ikut menentukan.
Android makin dekat ke kendaraan
Mobil modern bukan lagi sekadar radio dengan layar. Navigasi, streaming, voice assistant, kontrol iklim, kamera, charging, koneksi ponsel, bahkan aplikasi kendaraan dapat menyatu dalam sistem berbasis Android.